Home Headline Amerika Serikat Sebut Aplikasi PeduliLindungi Langgar HAM

Amerika Serikat Sebut Aplikasi PeduliLindungi Langgar HAM

25
Aplikasi PeduliLindungi dipakai untuk melacak kasus Covid-19. Foto/ist

Aplikasi mirip PeduliLindungi juga dipakai sejumlah negara: Singapura, China, India, dan Australia.

Terasmedan – Satu laporan resmi yang dikeluarkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, pekan ini menganalisa pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di 2021 di 200 negara. Laporan itu juga memuat Indonesia. Dalam laporan berjudul “Indonesia 2021 Human Rights Report” itu, Amerika menyebut ada indikasi aplikasi pelacakan Covid-19 Indonesia, PeduliLindungi, melanggar hak azasi manusia.

Washington menyebut PeduliLindungi memiliki kemungkinan untuk melanggar privasi seseorang. Pasalnya, informasi mengenai puluhan juta masyarakat ada di dalam aplikasi itu dan pihak aplikasi juga diduga melakukan pengambilan informasi pribadi tanpa izin.

Amerika juga menyebut indikasi ini sempat disuarakan oleh beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Namun tidak dijelaskan secara rinci siapa saja LSM itu.

Pemerintah Indonesia mengembangkan PeduliLindungi, aplikasi smartphone yang digunakan untuk melacak kasus Covid-19. Peraturan pemerintah berusaha menghentikan penyebaran virus dengan mengharuskan individu memasuki ruang publik seperti mal melalui check-in menggunakan aplikasi,” tulis laporan itu sebaggaimana dikutip CNBC Indonesia Jumat (15/4/2022).

Aplikasi ini juga menyimpan informasi tentang status vaksinasi individu. LSM menyatakan keprihatinan tentang informasi apa dikumpulkan oleh aplikasi dan bagaimana data ini disimpan dan digunakan oleh pemerintah.”

Belum ada komentar pemerintah Indonesia soal ini.

Sebelumnya, indikasi pelanggaran PeduliLindungi pernah diutarakan oleh satu riset yang dilakukan University of Toronto, Kanada, pada Desember 2020. Riset itu menemukan ada beberapa penarikan data yang tidak begitu dibutuhkan untuk tracing.

Sorotan laporan HAM Amerika Serikat terhadap aplikasi PeduliLindungi ini terasa ganjil. Sebab, aplikasi sejenis PeduliLindungi juga dipakai sejumlah negara, antara lain Singapura (Trace Tigether), China (The Alipay Health Code), India (AArogya Seetu) dan Australia (COVIDSafe).

Dalam laporannya terhadap kondisi HAM di Indonesia, Amerika membahas gangguan sewenang-wenang atau melanggar hukum tentang privasi, keluarga, rumah, dan korespondensi.

Undang-undang mensyaratkan surat perintah pengadilan untuk penggeledahan kecuali dalam kasus yang melibatkan subversi, kejahatan ekonomi, dan korupsi. Pasukan keamanan umumnya menghormati persyaratan ini. Undang-undang juga mengatur penggeledahan tanpa surat perintah ketika keadaan ‘mendesak dan memaksa’. Polisi kadang mengambil tindakan tanpa otoritas yang tepat atau melanggar privasi individu,” tulis laporan itu.

Laporan itu mengatakan lembaga swadaya masyarakat mengklaim petugas keamanan kadang melakukan pengawasan tanpa surat perintah terhadap individu dan tempat tinggal mereka dan memantau panggilan telepon.#