Home Kesehatan Bah! Stok Vaksin Corona di Medan Tersisa 150 Dosis

Bah! Stok Vaksin Corona di Medan Tersisa 150 Dosis

87
Foto: Ilustrasi Vaksin Covid-19

Diharapkan pada awal Agustus pasokan vaksin sudah masuk.

Terasmedan – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan, Sumatera Utara menyebut stok vaksin Corona yang dimiliki Pemerintah Kota Medan sudah sangat menipis. Stok vaksin Corona tersisa 150 dosis lagi.

“Vaksin di Medan sekitar 150 (dosis) lagi. Sementara di provinsi kita belum masuk. Jadi memang di beberapa tempat kita tutup dulu untuk vaksin satu dan vaksin dua,” kata Plt Kadis Kesehatan Kota Medan Syamsul Arifin Nasution, Jumat (30/7/2021).

Syamsul menyebut vaksin yang tersisa itu ditujukan untuk pemberian vaksin dosis kedua saja. Dia berharap vaksin Corona produk Sinovac segera dikirim oleh Kemenkes.

“Itu pun dipakai untuk dosis kedua. Mudah-mudahan nanti tanggal 2 (Agustus) katanya dari Kemenkes mau masuk, Sinovac,” ucap Syamsul.

Syamsul mengatakan sebagian Puskesmas tidak memiliki stok vaksin Corona sama sekali. Bagi yang punya, diminta agar melakukan vaksinasi untuk dosis kedua.

“Puskesmas pun banyak yang kosong. Kita lagi menunggu, saat ini vaksin diprioritaskan ke Pulau Jawa dan Bali dulu,” ujar Syamsul.

Sebelumnya, stok vaksin Corona atau COVID-19 di Puskesmas Padang Bulan, Medan, kosong. Kekosongan vaksin sudah terjadi sejak 10 hari lalu.

Kepala UPT Puskesmas Padang Bulan, Sufania, mengatakan stok vaksin Corona di tempatnya kosong. Dia menyebut pelayanan vaksinasi Corona bagi warga disetop sementara.

“Saat ini stok vaksin lagi kosong. Jadi kita tidak melakukan vaksin kedua, apalagi vaksin pertama. Kita tunggulah. Insyaallah awal Agustus katanya sudah bisa kita laksanakan vaksin ini,” sebut Sufania, Jumat (30/7).

Sufania menyebut kekosongan vaksin telah terjadi sejak 10 hari yang lalu. Dia menyebut habisnya vaksin lantaran tingginya antusiasme warga ikut vaksinasi.

“Kalau di puskesmas kita, memang sudah agak lama (persediaan vaksin kosong), lebih-kurang ada 10 hari. Karena kebetulan begini, masalahnya kita nggak nyangka yang vaksin pertama atau vaksin kedua. Di bulan Juli ini vaksin pertama itu kok jadi ramai, banyak yang datang, sehingga tidak terkontrol lagi, sehingga tanpa disadari vaksin itu kosong,” ucap Sufania.

Sufania mengatakan pihaknya seharusnya melakukan vaksinasi dosis kedua pada Juli. Namun pihaknya tetap melayani pemberian dosis pertama karena warga yang mau divaksinasi sudah antre.

Sufania mengatakan pihaknya membutuhkan 100-150 dosis vaksin Corona per hari. Pihaknya juga melakukan vaksinasi door to door hingga ke sekolah. Selama vaksin kosong, Sufania juga mengarahkan warga yang ingin vaksin ke tempat-tempat vaksin massal dibuat oleh TNI, Polri, dan pihak lain.#

Sumber: DetikNews