Home Headline Besok 2.000 Buruh Geruduk Kantor Gubernur Jawa Tengah

Besok 2.000 Buruh Geruduk Kantor Gubernur Jawa Tengah

14
Buruh Protes Upah Minimum Provinsi. Foto/ist

By RFX – 24 November 2021

Upah buruh di Jawa Tengah paling rendah se-Indonesia.

Terasmedan – Sebanyak 2.000 buruh akan turun menggeruduk Kantor Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Jalan Pahlawan, Semarang, pada Kamis (25/11). Buruh akan memprotes rendahnya kenaikan upah minimum provinsi (UMP) di provinsi dengan gubernur yang kini digadang-gadang jadi calon presiden ini.

Rencana aksi ini disampaikan oleh Koordinator Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Jawa Tengah Nanang Setyono usai rapat koordinasi dengan perwakilan federasi yang akan menerjunkan massa.

Hasil pertemuan tadi, kami sepakat besok Kamis (25/11) aksi turun ke jalan memprotes penetapan UMP di Jateng pada 2022. Dari penghitungan tadi, ada sekitar 2.000 orang buruh yang akan turun dengan sasaran di Kantor Gubernuran di Jalan Pahlawan“, kata Nanang di Semarang, Rabu (24/11).

Menurut Nanang, aksi turun ke jalan para buruh ini tak lepas dari besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) di Jawa Tengah yang telah ditetapkan untuk tahun 2022 dimana angkanya paling kecil se-Indonesia.

Kami sangat prihatin sekali dengan penetapan UMP 2022. Bayangkan saja, Jawa Tengah tidak hanya terkecil (kenaikan UMP) di Pulau Jawa tapi se-Indonesia, ini benar-benar bentuk penindasan terhadap kaum buruh di Jateng. UMP yang ditetapkan 2022 hanya Rp.1.813.011 “, ujar Nanang.

Sementara itu, Kepala Polisi Resor Kota Besar Semarang Kombes Polisi Irwan Anwar menyatakan siap mengawal dan mengamankan jalannya rencana aksi demonstrasi buruh itu.

Irwan pun berharap agar massa buruh tetap menjalankan prokes agar tidak menjadi klaster penularan Covid-19 yang saat ini Kota Semarang sudah berstatus level-1.

Kita siap kawal dan amankan. Kaum buruh punya hak menyampaikan pendapat, itu hak asasi kok. Pesan kita supaya jaga kondusivitas, tertib, damai dan tetap prokes supaya tidak jadi klaster baru“, kata Irwan.

Aksi yang sama juga akan digelar buruh di Jawa Timur. Sebanyak 50 ribu buruh dari berbagai elemen di Jawa Timur akan mogok massal dan menggelar aksi besar-besaran di Gedung Negara Grahadi dan Kantor Gubernur Jawa Timur, Surabaya.

Aksi ini sebagai bentuk protes terhadap kenaikan upah minimum provinsi (UMP) yang cuma 1,2 persen atau Rp22.790 menjadi Rp1.891.567 per bulan.

Wakil Sekretaris DPW Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Timur, Nuruddin Hidayat menyebut, selain aksi buruh se-Jawa Timur juga berencana melakukan mogok kerja massal.

Seluruh pimpinan buruh Jatim tengah rapat mempersiapkan aksi besar hingga mogok kerja massal seluruh Jatim,” kata Nuruddin, Selasa (23/11).

Sumber: CNN Indonesia