Home Headline Ditjen Imigrasi Periksa 6 WN China yang Keruk Emas di Papua

Ditjen Imigrasi Periksa 6 WN China yang Keruk Emas di Papua

16
Ditjen Imigrasi Periksa 6 Warga China. Foto/ist

Terasmedan – Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM melakukan pemeriksaan terhadap enam warga negara asing (WNA) ilegal asal China yang ditangkap di tambang emas ilegal di Kabupaten Waropen, Papua.

Kasubag Humas Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham, Ahmad Nursaleh mengatakan enam WNA tersebut telah diserahkan oleh pihak TNI pada Senin (22/11).

Ahmad menjelaskan, pihaknya saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap para WNA ilegal China tersebut.

“Benar, sudah diserahkan ke Kantor Imigrasi Biak. Saat ini keenam WNA tersebut sedang dilakukan pemeriksaan oleh petugas imigrasi,” jelasnya ketika dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Rabu (24/11).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, keenam WNA tersebut bernama Ge Junfeng (48), Lein Feng (37), Yan Gangping (41), Tan Liguo (54 ), Tan Lihua (58) dan Lu Huacheng (38 ) yang berasal dari negara China.

Ahmad mengaku belum bisa memastikan apakah nantinya pihak Imigrasi akan membawa kasus ini ke pengadilan atau tidak. Menurutnya pihak Imigras hingga saat ini masih dalam proses pemeriksaan.

“Belum tahu (tindak lanjutnya), karena masih dilakukan pendalaman,” tuturnya.

Sebelumnya, Komandan Kodim (Dandim) 1709/Yawa Letkol Inf Leon Pangaribuan mengatakan pihaknya telah melakukan penangkapan terhadap enam orang WN China di Kabupaten Waropen, Papua, karena tak memiliki paspor.

Penangkapan itu dilakukan saat keenamnya sedang melakukan aktivitas penambangan emas ilegal di Kampung Sewa Distrik Wapoga. Ia menjelaskan penangkapan ini berawal dari informasi seorang warga yang mengetahui aktivitas penambangan emas oleh enam WNA di Kampung Sewa.

Leon mengatakan selain tidak mempunyai dokumen resmi atau paspor, enam WNA ini juga tidak memiliki kemampuan berbahasa Indonesia.

“Sehingga untuk proses selanjutnya akan kami kawal untuk diberangkatkan ke Korem 173/PVB dan dilanjutkan penyerahan prosesnya kepada Kantor Keimigrasian Biak,” ujarnya.

Sumber: CNN Indonesia