Home Budaya Dua Petani Rupa Memanen Karya (2)

Dua Petani Rupa Memanen Karya (2)

239
KLOWOR WALDIYONO, Bersama Tuhan Aku Bisa, 2020 Foto-foto: Dok. Klowor Waldiyono

Pelukis Klowor Waldiono mengubah pendekatan eksplorasi bentuk menjadi lebih hemat warna dan garis.

Terasmedan – Tanam, pupuk, rawat, jaga, dan panen, begitu seterusnya proses yang dilalui petani dalam mata rantai produksi pangan. Begitu pula seniman rupa, sebagaimana Masdibyo dan Klowor Waldiyono yang sedang memanen kerja artistik mereka saat masa krisis selama hampir dua tahun pandemi Covid-19 ini.

Pada pameran bertajuk Dua Petani Rupa di Plaza Indonesia, Jakarta, 8 – 31 Oktober 2021, pelukis Klowor Waldiyono (52) memajang 20 karya lukis yang tidak lagi mengeksplorasi bentuk lanskap. Meski pada beberapa karyanya yang terbaru masih bertumpu pada struktur garis sebagaimana gaya khas karya lukisnya, tapi pada karya sebelumnya muncul karya yang lebih bertumpu pada brush stroke.

Kali ini dalam karya-karya saya pada tahun 2000, kesederhanaan bentuk dan warna menjadi tantangan dengan tema tentang cinta, kasih sayang, lingkungan, dan proses hidup,” ujar Klowor.

KLOWOR WALDIYONO, Adaptasi, 2020

Dalam perkembangan kreatifnya, Klowor mengurangi struktur garis-garis pendek pada karyanya. Di sisi lain Klowor membuat bentuk-bentuk abstrak dengan menyisakan bidang kanvas yang lebih longgar dalam komposisi warna kontras yang minim, seperti yang terlihat pada karya berjudul Pasanganku (2020) berupa bentuk figur yang dibingkai warna hijau dalam bentuk persegi di tengah dominasi blok warna hitam.

Pada karya bertajuk Festival Lima Gunung (2020) Klowor malah memenuhi bidang kanvas dengan blok warna merah dengan menyisakan sedikit beberapa bentuk segitiga yang mengingatkan orang pada bentuk puncak gunung dalam dalam warna hijau tua.

Kecenderungan bentuk abstrak tampak pada karya berjudul Adaptasi dengan warna dominan ungu dan Protes Tiada Ujung (2020) dengan komposisi warna cokrat, hijau dan merah. “Kesederhanaan bentuk dan warna menjadi tantangan tersendiri bagi saya,” ujar Klowor

KLOWOR WALDIYONO, Garudaku, 2021

Pelukis yang pernah dikenal dengan nama kanvas Klowor Kucing ini pada karya lukisnya yang terbaru lebih hemat garis. Klowor banyak mengeksplorasi bentuk deformatif hewan (Kuda, sapi, buaya, garuda) dan beberapa bentuk figur, baik dalam bentuk monokrom mapun beberapa komposisi warna.

KLOWOR WALDIYONO, Sapi Jantan, 2021

Pada karya bertajuk Sapi Jantan (2021), misalnya sosok sapi dalam warna putih berhiaskan garis-garis pendek di sekujur bagian tubuhnya dengan blok warna hitam sebagai warna latar. Sebaliknya pada karya berjudul Kuda Poni (2021) tubuh kuda dalam blok warna hitam diisi dengan garis-garis pendek dalam warna putih.

Kerinduan mengolah warna hitam-putih dalam ukuran tak besar sebagaimana biasanya,” kata Klowor.

Baca juga: Dua Petani Rupa Memanen Karya (1)

Meski, ujarnya, ukuran besar-kecil bukan masalah. Lebih merupakan cara sudut pandang berkarya dengan tantangan kesederhanaan warna dan bidang yang terbatas. “Bagaimana mengolahnya dengan baik, artistik, dengan mengedepankan pembaharuan.”#