Home Budaya Dua Petani Rupa Memanen Karya (1)

Dua Petani Rupa Memanen Karya (1)

233
MASDIBYO, Kaki Kelima, 2021, Foto-foto: Dok. Masdibyo

Untuk bisa menikmati panen yang berkualitas butuh proses panjang.

Terasmedan – Tanam, pupuk, rawat, jaga, dan panen, begitu seterusnya proses yang dilalui petani dalam mata rantai produksi pangan. Begitu pula seniman rupa, sebagaimana Masdibyo dan Klowor Waldiyono yang sedang memanen kerja artistik mereka saat masa krisis selama hampir dua tahun pandemi Covid-19 ini. Puluhan karya lukis mereka dipajang dalam pameran bertajuk Dua Petani Rupa di Plaza Indonesia, Jakarta, 8–31 Oktober 2021, ketika pusat belanja kembali dibuka.

“Untuk bisa menikmati panen yang berkualitas butuh proses pajang. Kami bukan generasi instan yang memimpikan hidup nyaman tanpa melalui proses,” tulis Masdibyo dan Klowor pada katalog pameran.

Keduanya dengan gaya yang berbeda mengeksplorasi elemen rupa di atas kanvas menghasilkan karya lukis dengan karakter yang khas sepanjang perjalanan estetik mereka. Satu hal yang membuat Masdibyo dan Klowor berjalan searah, selain keduanya dikenal sebagai pelukis produktif, mereka menjadikan proses kreatif sejalan dengan aspek pasar. Keduanya secara terbuka menyatakan bahwa mereka tidak sekadar suntuk dalam proses kreatif, tapi sebagai pelukis mereka harus paham pada pasar karya mereka. “Untuk memperoleh pasar tentu harus selaras dengan kualitas karya kami.”

Masdibyo

Pelukis dengan nama lengkap Joko Sudibyo (59) ini mengusung 30 karya ke ruang pameran. Karya lukisnya memadukan garis-garis yang tegas dengan garis ekspresif yang menghasilkan bentuk-bentuk sederhana dengan subject matter berupa hewan (zebra, gajah, ayam), bunga, vas saat lain garis-garis tegas dan sapuan tebal kuas menghasilkan corak abstrak dengan komposisi warna yang menyejukkan.

MASDIBYO, Kuman di Seberang Lautan Tampak, Gajah di Pelupuk Mata Tak Tampak V, 2021

Karya seri Zebra, misalnya pada satu bagian Masdibyo (58) menampilkan kepala Zebra yang lebih impresif dengan menampilkan karakter visual zebra, tapi selebihnya tubuh hewan ini hanya berupa susunan garis tebal yang tegas secara vertikal mapun horizontal dalam warna yang ringan (Kepala Emas, 2021). Masdibyo bak mengkombinasikan bentuk impresif dengan bentuk abstrak.

Komposisi warna-warna ringan (putih, kuning, coklat) mengisi bagian besar kanvas Masdibyo. Warna-warna kuat lebih banyak berfungsi untuk membingkai bentuk, atau menjadi penanda batas bak sebersit cakrawala di bagian atas kanvasnya.

MASDIBYO, Abstraksi Bunga di Vas II, 2021

Bahkan pada seri karya yang mengeksplorasi bentuk vas dan bunga dalam corak abstrak pelukis yang kini menetap di Tuban, Jawa Timur, ini cenderung mengisi kanvasnya dengan kombinasi gradasi blok-blok warna ringan dan brush stroke dengan warna yang lebih kuat. Komposisi bentuk dan warna cenderung tampil dalam bentuk abstrak (Abstraksi Bungadi Vas II, 2021). Yang menarik Masdibyo selalu menutup karya lukisnya di sisi atas kanvas dengan brush stroke yang tegas dalam warna yang lebih kuat.

Baca Juga : Dua Petani Rupa Memanen Karya (2)