Home Budaya EKSPLORASI PATUNG SPIDERMAN TIMBUL RAHARDJO

EKSPLORASI PATUNG SPIDERMAN TIMBUL RAHARDJO

335
Dua karya patung Timbul Rahardjo menghiasi kawasan wisata Malioboro, Yogyakarta. ist

Seniman patung Timbul Rahardjo membuat  karya patung yang tak lazim dengan mengeksplorasi citraan gerak di atas awang-awang.

Terasmedan—Salah satu daya pikat bagi wisatawan di sepanjang Jalan Malioboro, Yogyakarta, adalah sederet karya seniman patung Timbul Rahardjo, 50 tahun, yang rutin menghias kawasan wisata itu dengan sejumlah patung yang ditempatkan di jalur pedestrian. Timbul tak cuma berhenti di Malioboro, dia juga membuat karya bukan pesanan yang bisa dinikmati publik. Selain membuat 57 karya patung dia juga membuat 40 karya lukis.

Baca juga: Hotland Tobing: Dari Tarutung Mengusung Gambar

Karya patung Timbul menjadi menarik, karena selain membuat patung sebagaimana lazimnya diletakkan di atas lantai (foot step), tapi dia juga membuat karya patung yang yang digantung di langit-langit. Dia membuat sejumlah karya patung figuratif dengan ukuran yang lebih besar dari bentuk aslinya menggantung dengan seutas tali bak gestur super hero Spiderman. Patung-patung itu dia buat dari bahan aluminium dan stainless.

Patung-patung Timbul Rahardjo menampilkan citraan gerak dan secara khusus menunjukkan orang yang sedang beraksi. Ada yang sedang berusaha menyeret tubuhnya ke atas dengan menggunakan seutas tali (Climbing Man, 2018), ada patung seperti orang yang sedang berakrobat menahan berat tubuhnya sembari melawan gaya grafitasi dengan kepala di bagian bawah (Spiderman, 2019).

Ada pula patung yang menampilkan suasana yang lebih rileks dengan menggambarkan sosok perempuan bak sedang menari balet menggerakkan tubuhnya di awang-awang. Bahkan ada patung bak pemain akrobat meletakkan tubuhnya secara vertikal dengan dua kaki menahan tubuhnya sementara kedua tangannya di dada bak orang yang sedang bersemedi dalam keremangan ruangan (Shaolin, 2019).

Pada karya lain ada patung yang seolah menggambarkan orang yang sedang beristirahat dengan bergantung pada satu tangannya tetap memegang kuat seutas tali agar tubuhnya tetap tergantung pada seutas tali yang merupakan satu-satunya harapan untuk menyelamatkan dirinya dari sedotan gaya grafitasi (Sejenak, 2019).

Pada patung-patung karya Timbul Raharjo itu tersimpan gerak dan energi untuk bertahan tetap hidup. “Sebagai kreator tantangannya adalah bagaimana menghembuskan roh seni pada kreasi karya agar hidup, tidak terasa monoton,” katanya.#

Raihul Fadjri Faniska