Home Headline Epidemiolog Ingatkan Potensi Gelombang Ke-Tiga Covid Lebih Parah

Epidemiolog Ingatkan Potensi Gelombang Ke-Tiga Covid Lebih Parah

88
Rumah sakit penuh saat puncak Covid-19. Foto/ist

By RFX – 13 Oktober 2021

Sikap longgar pemerintah seperti pada PON XX Papua juga dapat memicu lonjakan Covid-19 mudah terjadi.

Terasmedan – Epidemiolog dari Universitas Airlangga Windhu Purnomo memperingatkan ancaman gelombang ketiga virus Covid-19 diprediksi terjadi pada Desember 2021 hingga awal tahun depan. Menurut dia, gelombang ketiga Covid-19 bisa lebih parah dari gelombang kedua pada Juli lalu jika target program vaksinasi di Indonesia gagal tercapai.

Windhu mengatakan capaian vaksinasi Covid-19 di Indonesia masih belum agresif dan maksimal. Tercatat baru 58.720.535 warga yang sudah menerima vaksinasi dua dosis, atau baru 28,20 persen dari sasaran 208.265.720 penduduk. Sementara untuk capaian dosis juga belum menyentuh 50 persen, baru 101.673.077 orang.

Kalau vaksinasi kita gagal, protokol kesehatan tidak ketat, lonjakannya bisa lebih tinggi. Makanya semua ini harus serentak dilakukan dan protokol kesehatan tidak boleh kendor, itu penting,” kata Windhu saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (13/10).

Menurut dia, jika capaian vaksinasi dosis kedua setidaknya 50 persen pada Desember 2021, kemudian terjadi lonjakan Covid-19, maka efek yang ditimbulkan dari lonjakan itu tidak akan sebesar Juli lalu. Tapi, Windhu memperingatkan masih ada potensi imunitas warga menurun baik itu antibodi yang didapat lewat vaksinasi atau yang didapat secara infeksi alamiah.

Dia memperkirakan, bila mayoritas warga mendapat imunitas alamiah pada Juli lalu saat kasus sedang tinggi, maka besar kemungkinan imunitas itu bertahan sekitar enam bulan. Dengan begitu, kata dia, Januari 2022 merupakan masa-masa rentan penularan Covid-19 kembali menjangkiti masyarakat secara masif jika tidak ada pembatasan dan kemudian kepatuhan terhadap protokol kesehatan Covid-19 merosot.

Kalau sudah kebal ilmiah atau artificial melalui vaksin kalau kena Covid-19 tidak sampai meninggal,” kata dia.

Windhu juga menilai ancaman gelombang tiga covid-19 di Indonesia bisa terjadi kapan saja bahkan sebelum Desember 2021. Menurut dia, sikap longgar pemerintah seperti pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua juga dapat memicu lonjakan Covid-19 mudah terjadi.

Windhu menyinggung rencana pemerintah yang bakal menggelar acara internasional World Superbike (WSBK) 2021 di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat pada pertengahan November 2021. Acara yang juga mengundang peserta dari negara lain itu bisa memicu penularan  sejumlah varian baru mutasi virus SARS-CoV-2.

Kasus Covid-19 dimulai 1-2 orang kemudian jadi berjuta-juta orang. Kan artinya sebenarnya sat kasus pun tidak boleh terjadi,” ujarnya.

Sebelumnya Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 juga memperingatkan bahwa Indonesia berpotensi dihantam gelombang ketiga Covid-19 yang diprediksi terjadi akhir tahun 2021. “Ancaman gelombang ketiga diprediksi para ahli akan terjadi pada Desember,” kata Ketua Satgas Covid-19 Ganip Warsito, Senin (11/10).

Ganip menjelaskan, prediksi lonjakan kasus covid-19 itu bertepatan dengan dua momentum besar yakni Hari Raya Natal dan Tahun Baru. “Kedua momen itu berpotensi memicu keinginan masyarakat beraktivitas di luar ruangan dan berkerumun,” ujarnya.

Selain itu, akhir tahun masuk periode pergantian cuaca yang dapat mempengaruhi daya tahan tubuh manusia sehingga mudah terserang penyakit. “Ini yang menjadi ancaman peningkatan Covid-19,” kata dia.

Ganip menjelaskan, kunci pencegahan dan mitigasi penularan Covid-19 saat ini adalah penerapan protokol kesehatan yang ketat dan program vaksinasi nasional. “Saya yakin dengan kekuatan dan pola penanganan yang sudah ditemukan, maka kita boleh yakin Desember tidak akan terjadi gelombang ketiga,” ujar Ganip.#

Sumber: CNN Indonesia