Home Budaya Garis dan Narasi Sederhana Harlen Kurniawan

Garis dan Narasi Sederhana Harlen Kurniawan

281
Harlen Kurniawan | Kuda Besi | 2021. Foto-foto: Dok. Harlen Kurniawan.

Harlen Kurniawan menarasikan tentang rasa bahagia hingga rasa sakit saat tertusuk paku berkarat.

Terasmedan –Sehari sebelum pembukaan pameran lukisan karya Harlen Kurniawan di Room C Art GalleryKota MedanSumatra Utara, pelukis kelahiran BukittinggiSumatera Barat (1981) ini menulis status di Facebook:

Harlen, karyamu memang sexy. Ngga usah berteori-teori seolah-olah, karena semua teori itu ada dalam fikiran Harlen. Jadi tetap berkarya. Masalah covid RAURUS, yang penting paham akan Kesehatan diri.”

Di luar ihwal Covid-19 yang dia plesetkan menjadi Raurus itu, karya lukis Harlen memang tampak sederhana, dan jauh dari macam-macam teori di dunia akademik apapun. Pada pameran tunggalnya bertajuk Harlen Kurniawan Show#4  yang berlangsung pada 21 September – 21 Oktober 2021 itu, dia memajang 15 karya lukis yang rata-rata berukuran kecil dengan narasi sederhana, tentang kehidupannya sehari-hari.

Harlen Kurniawan | Tanpa Judul | 2021 – Harlen Kurniawan | Hujan Dalam Rumah | 2021

Narasi itu bisa ditangkap dari citraan visual yang ada pada karya lukisnya, maupun pada judulnya yang menggambarkan apa yang dia hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Acap kali dia juga menorehkan sederet huruf di antara bentuk-bentuk yang ada.

Saya melukis apa yang betul-betul saya rasakan, dan kebahagiaan, kesedihan, satir, teriris, tertusuk paku berkarat, mandi hujan paku, mengukur bayang-bayang,” katanya.

Pada karya bertajuk Hujan dalam Rumah, misalnya dia menampilkan bentuk rumah dan sosok figur dalam garis sederhana bak menggambarkan situasi yang serba salah berada di luar rumah maupun di dalam rumah saat hujan turun.

Karya-karya lukis saya mewakili rasa kebahagiaan dan kesedihan saya dalam menghadapi permasalahan hidup. Mau tidak mau di dalam rumahlah tempat aku mengendapkan semua rasa,” ujar Harlen. 

Harlen Kurniawan | Tanpa Judul | 2021 – Harlen Kurniawan | Di Matamu | 2021

Pada karyanya yang lain dengan mengeksplorasi subject matter rumah, dia bak menggambarkan situasi yang sulit dan ironis ketika harus berpayung di dalam rumah saat hujan turun.

Toh saat menghadapi situasi yang serba sulit, Harlen bisa juga menjalani berbagai kesenangan hidup. Pada karya bertajuk Kuda Besi, misalnya dia menarasikan bagaimana senangnya dia saat bisa memperoleh sepeda motor lawas.

Memoriku tentang tungganganku yang selalu menemani setiap gerakku mengikuti jalan kota, desa sampai kecemplung sawah dengan motor Sparta istimewa 250 cc,” ujarnya.

Ketertarikannya terhadap sepeda motor antik telah muncul sejak awal  dia menginjakkan kaki di kota Yogyakarta untuk meneruskan pendidikan seni rupa. Tiap malam Minggu dia nongkrong di depan Benteng Vredeburg di Kawasan Titik Nol Yogyakarta melihat-lihat motor tua yang dijejer sepanjang trotoar.

Setelah dia menjadi pelukis professional, Harlen berhasil mewujudkan mimpinya membeli sepeda motor BSA 350 cc dan kemudian Sparta 250 cc yang dia anggap istimewa.

Keinginan saya untuk memiliki motor antik tersebut baru terwujud pada 2007,” katanya.

Tapi karena jadwal menikah sudah di depan mata, maka pada 2010 diapun melego sepeda motor Sparta, dan berhasil pindah tangan dengan harga Rp 9 juta.

“Karena saya tidak dan bukan tipikal yang bertele-tele dengan berat hati saya jual motor itu seharga 9 juta untuk modal nikah,” ujarnya.

Satu bulan kemudian karya lulisnya diborong kolektor dari Rusia yang datang langsung ke rumah kontrakannya. Dia pun tergiur untuk membeli kembali motor Sparta yang telah dia jual satu bulan sebelumnya.

Tapi pemilik baru motor itu menolak menjualnya kembali pada Harlen.

Itulah kenapa saya melukiskan motor tua dengan garis-garis keras yang spontan,” ujarnya.

Tampaknya Harlen Kurniawan bisa membuat hidup yang rumit menjadi lebih sederhana, baik dalam realitas sehari-hari maupun dalam karya lukis.#