Home Headline Guru SMP Ceramah Berjam-jam, Siswa Sampai Pingsan

Guru SMP Ceramah Berjam-jam, Siswa Sampai Pingsan

161
Guru Ceramah Berjam-jam Hingga Siswa Pingsan. Foto/ist

By RFX – 23 September 2021

Pintu kelas dikunci sehingga membuat orang tua siswa yang datang ke sekolah mengira anaknya disekap.

Terasmedan – Usman, seorang guru SMP Negeri 3 Boccoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan mengumpulkan siswanya dalam kelas untuk memberikan ceramah hingga berjam-jam. Sejumlah siswa pun kelelahan bahkan hingga ada yang pingsan. Kejadian itu muncul di media sosial yang diduga milik orang tua salah satu murid.

Sekretaris Dinas Pendidikan Bone, Nursalam mengatakan Usman bukan mengurung siswanya. Menurut dia, Usman hanya mengumpulkan para murid dan memberikan ceramah. Namun, ceramah yang disampaikan terlalu panjang.

Bukan penyekapan, karena guru dan siswa itu sama-sama di dalam kelas. Guru itu mengaku ceramah,” kata Nursalam, Rabu (22/9).

Nursalam menjelaskan, Usman saat itu masuk ke kelas VII saat siswa hendak pulang sekitar pukul 11.00 WITA. Kemudian Usman meminta para siswa di kelas VII, VIII dan IX untuk tetap di dalam kelas.

“Guru itu ceramah dari jam sebelas hingga jam tiga sore,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nursalam menyebut beberapa orang tua murid yang cemas karena anaknya belum pulang kemudian mendatangi sekolah. Mereka melihat anaknya masih di dalam kelas bersama Usman.

Namun, kata Nursalam, pintu kelas yang terkunci membuat orang tua siswa mengira anaknya disekap Usman.

Istrinya guru itu kebetulan kerja di kantin sekolah. Dia sempat tegur guru agar murid dipulangkan. Tapi, guru ini malah marah dan membanting pintu,” katanya.

Menurut Nursalam, para siswa akhirnya dipulangkan setelah mengeluh kelaparan hingga beberapa siswa pingsan karena sudah sangat kelelahan sekitar pukul 15.00 Wita.

Mungkin murid ini kelelahan dan lapar. Bahkan ketakutan sehingga ada pingsan,” ujarnya.

Usman diduga memiliki riwayat kelainan kejiwaan. “Guru yang bersangkutan memiliki gejala tidak normal. Jadi sebagian besar dari orang tua murid maklumi kejadian itu,” kata Nursalam.

Dia menjelaskan, Usman merupakan pindahan dari Sulawesi Tengah pada 2016. Dia dipindahkan ke Bone karena melakukan hal sama di sekolah lama. Usman pun telah dipanggil pihak sekolah untuk menjelaskan persoalan itu.#

Sumber: CNN Indonesia