Home Headline Heboh Karakter Superman Baru Seorang Biseksual

Heboh Karakter Superman Baru Seorang Biseksual

168
Komik Superman Son of Kal-El edisi terbaru. Foto Arsip DC Comics.

By RFX – 13 Oktober 2021

Partai Persatuan Pembangunan dan MUI minta pemerintah melarang peredaran serial baru komik Superman.

Terasmedan – Superman baru, Jonathan Kent—anak dari Clark Kent dan Lois Lane—akan menjalin hubungan spesial dengan teman laki-lakinya. Penerbit DC Comics mengonfirmasi Jon Kent merupakan superman biseksual yang jatuh cinta pada Jay Nakamura.

Dalam serial komik Superman: Son of Kal-El, Jon Kent akan menjadi Superman baru di Bumi dan menghadapi beban yang luar biasa, seperti perubahan iklim, penembakan di sekolah, serta unjuk rasa tentang deportasi.

Sementara itu Jay Nakamura merupakan seorang reporter berkacamata yang pertama kali muncul di edisi ketiga seri ini. Jay bisa menjadi tempat bersandar bagi Kent ketika menghadapi tugas berat sebagai Superman.

Dalam edisi kelima yang akan datang, Kent jatuh cinta pada jurnalis itu, setelah ia merasa sangat lelah mental dan fisik karena mencoba menyelamatkan semua orang yang dia bisa,” tulis DC Comics.

Jalan ceritanya akan terungkap pada November 2021. Tapi, berdasarkan gambar yang telah beredar, Kent dan Nakamura terlihat duduk bersama dan berciuman di atas gedung.

Reaksi pun muncul atas kisah asmara Kent dan Nakamura. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendesak pemerintah memboikot produk terbitan DC Comics. “Penerbit DC Comics yang telah mengumumkan tokoh baru Superman dalam komiknya sebagai pria biseksual,” ujar Ketua DPP PPP Achmad Baidowi atau Awiek lewat siaran pers, Rabu (13/10).

Sebagai partai yang berasaskan Islam, katanya, PPP menganggap biseksual sebagai perbuatan buruk dan keji (fahisyah). Maka, PPP tidak ingin penggambaran Superman sebagai tokoh biseksual ini menjadi konsumsi anak-anak Indonesia.

Kami khawatir tayangan atau serial komik ini dikonsumsi anak-anak Indonesia, sangat berpotensi merusak generasi bangsa,” ujanya.

Reaksi yang senada muncul dari Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas. “MUI mengimbau pemerintah agar turun tangan dan melarang peredaran komik itu karena kontennya jelas tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan dengan jati diri serta budaya kita sebagai bangsa yang religius,” kata Anwar, Rabu (13/10).

Dia menilai komik Superman itu difungsikan untuk kepentingan sosialisasi paham LGBT. Baginya, hal itu bertentangan dengan ajaran agama. Anwar menilai manusia bisa musnah bila semua orang di muka bumi menganut paham LGBT.

MUI meminta kepolisian menangkap si pembuat dan si pengedar komik, karena yang bersangkutan jelas telah merusak mentalitas dari anak-anak dan generasi bangsa,” kata dia.#

Sumber: CNN Indonesia