Home Budaya LUKISAN PANDEMI COVID-19 AUSTRALIA DI KARTU POS MANTAN WARTAWAN INDONESIA

LUKISAN PANDEMI COVID-19 AUSTRALIA DI KARTU POS MANTAN WARTAWAN INDONESIA

336
Jejeran karya Yuliana Kusumastuti ini kemudian dipajang seperti susunan kartu domino di ruang pamer TOD Gallery, Kota Kent, Inggris, 21 - 27 November 2020.

Yuliana Kusumastuti mewakili perasaannya saat tidak bisa mudik ke Indonesia  dengan  merekam suasana pandemi Corona di Australia yang dituangkan lewat lukisan di atas kartu pos.

Terasmedan–PANDEMI Covid-19 merupakan hal yang tak menyenangkan bagi tiap orang, karena terkurung dan terisolasi berjam-jam di dalam rumah. Yuliana Kusumastuti, perantau Indonesia di Brisbane, Australia,  mengamati situasi di sekitarnya saat pemerintah setempat memperlakukan lockdown.

“Ada yang lebih dekat dengan keluarga, tapi ada juga yang depresi,” kata bekas wartawan harian Bernas Yogyakarta ini.

Suasana yang tak menyenangkan berbulan-bulan itu dia tuangkan lewat lukisan dengan media yang tak biasa: kalender (2020). Dengan tema “Your Stories” Nana, panggilan akrabnya, membuat bentuk-bentuk geometris berupa garis dan lingkaran dalam warna-warna primer menyenangkan mata bak upaya tiap orang agar betah saat terpenjara di rumah akibat lockdown.

Jejeran karya itu kemudian dipajang seperti susunan kartu domino di ruang pamer TOD Gallery, Kota Kent, Inggris, 21 – 27 November 2020.

Baca juga: Keren! Ekspansi Noken Papua Ke Chiang Mai, Thailand

Pada dua karya seri lainnya bertema My Story dan Pathways, ibu dua anak ini mengekspresikan naluri di bawah sadar dan pengalaman hidupnya sebagai perantau di Australia sejak 20 tahun lalu. Seri  lukisan bertema My Story  menggunakan media kartu pos Indonesia dan kartu pos Australia.

Sedang pada karya bertema Pathways, Nana menggunakan media kartu pos Australia untuk mengekspresikan perjalanan hidupnya di Australia: tentang kekalahan, kemenangan. Dengan menggunakan cat akrilik di atas kertas kartu pos dia membuat garis-garis tajam, lingkaran, bentuk-bentuk yang tak biasa, dengan komposisi warna-warna kontras sebagai simbol perang batin dalam dirinya. “Ada semangat, ada kegigihan. Ada warna gelap: survival,” ujarnya.

Baca juga: RONA WAJAH-WAJAH BELEPOTAN CAT HITAM

Nana menggunakan media kartu pos untuk lukisannya untuk mewakili perasaannya saat tidak bisa mudik ke Indonesia yang sudah dia rencanakan dan persiapkan sebelumnya. “Sesuatu yang menyiksa,” kata dia.

Sebelumnya pada Desember 2019 Nana memamerkan karya lukisnya di atas kanvas bercorak abstrak geometris, bak ciptaan lanskap kota dari tangkapan lensa satelit. Karya itu dipajang di perpustakaan Albani Creek Library, Brisbane.■Rfx