Home Headline Mantan Suami Diomeli Istri Kini Jadi Persakitan Dituntut Penjara Setahun

Mantan Suami Diomeli Istri Kini Jadi Persakitan Dituntut Penjara Setahun

17
Kasus Suami yang Mabuk Dituntut Penjara. Foto/ist

By RFX – 24 November 2021

Perbuatan Chan Yu Ching terhadap Valencya dan dua anaknya masuk kategori penelantaran keluarga.

Terasmedan – Bekas suami Valencya alias Nancy Lim, Chan Yung Ching, yang memperkarakan istrinya karena dengan tuduhan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) psikis kini malah dituntut pidana penjara selama enam bulan dengan masa percobaan satu tahun dalam kasus yang sama.

Dalam lanjutan persidangan di Pengadilan Negeri Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Selasa (23/11), Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Agung menilai terdakwa Chan terbukti bersalah dalam perkara penelantaran dan KDRT.

Atas dakwaan itu, jaksa menuntut Chan enam bulan penjara dengan masa percobaan satu tahun.

Jaksa yang terdiri dari Jaksa Muda Pidana Umum (Jampidum) dari Kejagung yakni Syahnan Tanjung (Jaksa utama), Fadjar (Jaksa madya), dan Erwin Widhiantono menyatakan Chan Yung Ching terbukti bersalah melakukan penelantaran terhadap anak istri sesuai Pasal 49 huruf A jo Pasal 9 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Jaksa menyebutkan perbuatan Chan Yu Ching terhadap Valencya dan dua anaknya masuk kategori penelantaran keluarga. Hal itu terungkap dari keterangan saksi dan korban.

Menanggapi tuntutan itu, kuasa hukum Chan Yung Ching, Bernard Nainggolan mengatakan seharusnya kliennya juga dibebaskan dari tuntutan, seperti Valencya yang mendapatkan bebas tuntutan dari jaksa.

Menurut dia (Chan) ketika Ibu Valencya dituntut bebas, seharusnya dia dituntut bebas juga. Tapi kami belum bisa bicara sampai ke situ, kami masih menunggu,” kata Bernard.

Ia juga membantah adanya penelantaran yang dituduhkan Valencya kepada kliennya. “Dari awal Pak Chan tidak ingin bercerai dan berusaha mempertahankan perkawinannya. Tapi Ibunya (Valencya) tetap ngotot cerai sih. Upaya mediasi itu sudah beberapa kali dilakukan, bahkan tawarannya dari Pak Chan, tapi dari ibu Valencya itu mediasinya bersyarat,” ujarnya.

Kettua Majelis Hakim Ismail Gunawan memberi kesempatan terhadap terdakwa untuk pembelaan atau pleidoi pada Kamis (7/12) pekan depan.

Sebelumnya diberitakan, dalam kasus itu jaksa menarik tuntutan satu tahun penjara terhadap terdakwa Valencya atas kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga dan pengusiran mantan suaminya Chan Yu Chin, di Pengadilan Negeri Kabupaten Karawang, Selasa.

Jaksa mengubah tuntutan terhadap terhadap Valencya alias Nancy Lim, dari setahun penjara menjadi tuntutan bebas, karena tidak terbukti bersalah dalam perkara kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Dalam persidangan itu, Syahnan Tanjung, JPU yang ditunjuk langsung oleh Kejaksaan Agung Republik Indonesia menyatakan bahwa Valencya tidak terbukti melakukan tindak pidana kekerasan psikis dalam lingkup rumah tangga.

Menyatakan terdakwa Valencya alias Nengsy Lim, anak dari Suryadi tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana kekerasan psikis dalam lingkup rumah tangga sebagaimana Pasal 45 ayat (1) jo Pasal 5 huruf b UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga,” katanya.

Selanjutnya jaksa menyatakan, barang bukti berupa kutipan akta perkawinan, surat dokter, dan print out percakapan WhatsApp dikembalikan ke Chan Yung Chin (mantan suami Valencya).

“Untuk barang bukti dua buah flash disk yang berisi rekaman telepon dan CCTV dikembalikan ke Valencya,” katanya dalam sidang oleh majelis hakim Ismail Gunawan, Selo Tantular, dan Arif Nahumbang Harahap.

Dalam perkara itu, sebelumnya jaksa menuntut Valencya satu tahun penjara, karena melakukan tindak pidana kekerasan psikis dalam lingkup rumah tangga.

Tuntutan terhadap terdakwa mendapat perhatian dari sejumlah kalangan sampai akhirnya perkara tersebut diambil alih Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Kejksaan Agung pun memeriksa jaksa yang semula membuat tuntutan, juga mencopot pejabat kejaksaan setempat.

Bukan hanya kejaksaan, Divpropam Polda Jabar juga melakukan pemeriksaan terhadap penyidik yang memproses kasus itu sebelumnya. Para penyidik itu pun dinonaktifkan sementara untuk pemeriksaan.#

Sumber: CNN Indonesia