Home Budaya Masa Lalu Terbentang di Kanvas Tommy Karmawan

Masa Lalu Terbentang di Kanvas Tommy Karmawan

233
Having Fun in The Mids of Uncertainty, Acrylic on Canvas, 120 x 120 Cm, 2021. Foto-foto: Dok. Tommy Karmawan

Suasana yang terkesan misterius menjadi metafora saat pandemi Covid-19 mengurung manusia selama dua tahun.

Terasmedan – Bagaimana ketika citraan perangkat musik dan elemen rupa bertemu di atas kanvas? Inilah yang terjadi. Sejumlah lukisan karya Tommy Karmawan membawa orang pada imajinasi suasana masa lalu  pada pameran yang berlangsung pada 23 Oktober – 21 November 2021 di Mall BassuraJakarta Timur, dengan judul yang tak biasa: 100 x 100 = KOTAK .

Karya lukis Tommy, 51 tahun, juga tak biasa. Sekilas muncul suasana sureal pada karya lukisnya. Tapi berbagai subject matter yang hadir di atas kanvasnya tetap menggambarkan bentuk realis. Ada bentuk gedung menjulang, ada bentuk figur dengan posisi orang menari, menggesek biola dan cello, menaiki sepeda satu roda, mobil, pohon, laut, balon terbang. Semuanya membawa orang pada masa lalu (Creating Joy at Sunset, 2021).

Live Lighter with Music, Acrylic on Canvas, 120 x 120 Cm, 2021

Suasana yang sama juga muncul pada karya Having Fun in The Mids of Uncertainty (2021), berupa suasana temaram menggayut dengan gedung berasitektur abad pertengahan di Eropa, mobil kuno, kapal layar dari kayu, pohon tua tanpa dedaunan, dua figur perempuan meniup terompet dan menari.

Suasana riang lewat bentuk peralatan musik muncul lebih kuat pada karya Live Lighter with Music (2021), berupa sosok figur perempuan mengenakan gaun panjang sedang meniup saxophone, di sekitarnya ada bentuk alat pemutar musik piringan hitam dan tumpukan buku tebal, dengan latar belakang laut menggelora, perempuan melayang dengan balon, satelit di angkasa dan balon terbang melayang di langit gelap melilit angkasa.

Bentuk-bentuk arsitektur bangunan lawas, model pakaian, buku, mobil kuno, jalan dari susunan blok batu, dan cahaya yang agak gelap menggiring orang ke suasana ketika benua Eropa masih kuat dengan tradisi kerajaan. “Saya senang dengan disain bangunan Eropa jaman dulu, juga mobil-mobil lama yang unik dan artistik, membuat gambar realis yang ada dalam hayalan saya, termasuk warna-warna yang tidak banyak dipakai,” kata Tommy, Jumat 22 Oktober 2021.

Creating Joy at Sunset, Acrylic on Canvas, 120 x 120 Cm, 2021

Suasana yang juga terkesan misterius itu menjadi metafora bagi dia pada saat pandemi Covid-19 yang sudah berjalan dua tahun sehingga  membuat orang paranoid, rasa takut tertular, terkurung di dalam rumah berjam-jam bahkan berhari-hari, karena ada pembatasan mobilitas dan penutupan area permukiman (lockdown). Tapi tetap ada dorongan untuk menjalaninya dengan senyaman mungkin yang dia gambarkan dalam keadaan gembira sambil bermain musik dengan pakaian melilit tubuh dalam aneka warna. “Seolah tidak peduli dengan situasi mencekam, untuk menyemangati keluarga,” ujar ayah tiga anak perempuan ini.

Bukan kebetulan jika Tommy juga mengeksplorasi bentuk sejumlah peralatan musik pada karya lukisnya. Dia memang pemain gitar kelompok musik Garux yang pernah populer pada tahun 1990-an. Saat orang melihat citraan figur-figur bersama alat musik pada karya lukisnya, seolah orang mendengarkan alunan nada-nada musik dari gesekan biola, cello, atau tiupan saxophone

When I See You Playing The Harp, Acrylic on Canvas, 120 x 120 Cm, 2021

Sebagai pelukis otodidak proses kreatifnya mengalir begitu saja dan dia tak hirau dengan sekat-sekat aliran tertentu. “Saya tidak berkarya atas dasar aliran tertentu dengan baku dan dikotak-kotakkan,” ujarnya. Dia menikmati proses kreatif karyanya tanpa beban.#