Home Budaya Masjidil Haram Punya Sistem Suara Canggih, 7500 Speaker untuk Azan

Masjidil Haram Punya Sistem Suara Canggih, 7500 Speaker untuk Azan

171
Sebagai tempat ibadah, Masjidil Haram memiliki sistem suara canggih dan terbesar yang digunakan di dunia. Ilustrasi. Foto: Istimewa

Terasmedan – Sebagai tempat ibadah, Masjidil Haram memiliki sistem suara canggih dan terbesar yang digunakan di dunia. Secara keseluruhan, Masjidil Haram memiliki lebih dari 7.500 speaker yang tersebar di seluruh alun-alun masjid, koridor, dan jalan-jalan di sekitarnya.

Dilaporkan Saudi Gazette, ribuan speaker itu menggunakan sensor akustik canggih dengan sensitivitas yang sesuai dengan kebutuhan tempat. Alhasil sistem ini dapat mentransmisikan suara azan dan lainnya sesuai dengan kondisi luasan area dan bentuk bangunan sekitar di beberapa lokasi dengan pengeras suara.

Direktur Administrasi Umum Operasi dan Pemeliharaan Presidensi Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Mohsen Al-Salami, menjelaskan bahwa sound system di Masjidil Haram ditransmisikan melalui perangkat audio yang modern dan dioperasikan oleh spesialis terlatih, sehingga sinyal suara mampu ditransmisikan ke pendengar dengan sangat jelas.

Al-Sulami menekankan tata suara Masjidil Haram beroperasi di bawah efisiensi yang ketat dan diawasi untuk menghindari kerusakan. Pihaknya memiliki peralatan cadangan dan sistem darurat untuk tetap mempertahankan sensitivitas suara di Masjidil Haram.

Jika terjadi kerusakan pada sistem utama, dia mengungkapkan bahwa operasi akan langsung dan otomatis ditransfer ke sistem cadangan sesuai dengan standar yang ditetapkan, hingga sistem utama diperbaiki. Seluruh sistem audio juga terhubung ke UPS (Uninterruptible Power Supply) berkapasitas tinggi untuk memastikan perangkat audio tidak terputus listrik di semua lokasi.

Untuk mengoperasikan sound system Masjidil Haram ada lebih dari 65 staf operasional khusus yang terdiri dari beragam keahlian, mulai dari engineer, teknisi, supervisor, dan operator yang menjaga kualitas suara tetap prima.

Al-Sulami juga mengatakan bahwa tim berkomunikasi satu sama lain melalui Intercom untuk memastikan bahwa suara tidak terganggu dan bebas dari cacat, jauh sebelum azan berkumandang dan acara apa pun. Sistem audio dioperasikan dari ruang kendali utama yang terletak di wilayah Al-Masaa. (Kumparan)