Home Kesehatan Paspampres Adu Mulut di Penyekatan, Polisi Minta Bukti KTA

Paspampres Adu Mulut di Penyekatan, Polisi Minta Bukti KTA

244
Anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Praka IG bersitegang dengan petugas PPKM Darurat di pos penyekatan Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, Rabu (7/7/2021). Foto: Ist

Terasmedan – Seorang anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) terlibat adu mulut dengan jajaran aparat TNI-Polri PPKM Darurat yang bertugas di pos penyekatan Daan Mogot, Jakarta Barat, Rabu (7/7). Anggota Paspampres itu diketahui bernama Praka Izroi. Diduga keributan itu terjadi karena Izroi tak menunjukkan kartu tanda anggota (KTA) saat diperiksa petugas.

Peristiwa itu terekam video dan beredar luas di media sosial. Dalam video yang diunggah akun Youtube bernama Army Zone, terlihat anggota Paspampres itu digiring aparat. Kemudian terjadi adu mulut antara kedua belah pihak. Bahkan anggota polisi itu sempat mengatakan: “Kalau kamu Paspampres memang kenapa?”  

Keributan baru berakhir setelah anggota Paspampres itu menunjukkan KTA miliknya. Selanjutnya, anggota Paspampres itu dibebaskan dan bisa melanjutkan perjalanannya. 

Buntut kejadian itu, sejumlah anggota Paspampres mendatangi Polres Metro Jakarta Barat pada Rabu malam. Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo mengonfirmasi permasalahan itu kini sudah selesai. “Sudah tidak ada permasalahan, sudah selesai,” kata Ady saat Kamis (8/7).

Ady mengungkapkan, dia juga sudah bertemu dan meminta maaf secara langsung dengan Komandan Paspampres ihwal insiden itu. “Saya juga sudah meminta maaf secara langsung kepada Komandan Paspampres, permasalahan sudah selesai dan tetap sinergi TNI Polri menjaga negeri,” tuturnya.

Insiden itu menyebabkan sekitar 50 anggota Paspampres mendatangi Polres Jakarta Barat, Rabu (7/7) malam, untuk mengklarifikasi apakah anggota polisi itu sudah diberi peringatan oleh atasannya. “Anggota saya yang datang ke polres ingin meyakinkan apakah oknum yang bicara di video ‘kalau kamu Paspampres memang kenapa?’ sudah diberi peringatan oleh atasannya [atau belum],” kata Komandan Pasukan Pengamanan Presiden Mayor Jendral TNI Agus Subiyanto, Kamis (8/7).

“Karena ini menyinggung institusi negara.”

Menurut Agus, Kapolres sudah datang ke Mako Paspampres untuk meminta maaf tentang oknum polisi yang bersalah.#

Sumber: CNN Indonesia