Home Headline PDIP Tolak Rekomendasi PDIP Jawa Barat Pecat Arteria Dahlan

PDIP Tolak Rekomendasi PDIP Jawa Barat Pecat Arteria Dahlan

32
Anggota DPR RI Arteria Dahlan. Foto/ist

Kasus Arteria bisa saja ditunggangi pihak yang memiliki kepentingan lain.

Terasmedan – Ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bidang Kehormatan, Komarudin Watubun, merespons rekomendasi DPD PDIP Jawa Barat yang merekomendasikan sanksi berat berupa pemecatan terhadap anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan. Rekomendasi itu buntut pernyataan Arteria yang mempermasalahkan Bahasa Sunda dipakai jaksa.

Komarudin mengatakan permintaan itu merupakan hal yang wajar. Tapi, menurut dia, pihaknya memiliki ukuran dalam memberikan sanksi kepada kader yang melakukan kesalahan. “Kita partai ada ukurannya. Memberi sanksi itu kan ada tingkatan tingkatannya,” kata Komarudin kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/1).

Ia mengatakan setelah dipanggil pengurus pusat PDIP, Arteria akhirnya mau meminta maaf ke publik atas pernyataan yang disampaikan dalam rapat kerja Komisi III DPR dengan Jaksa Agung itu. Menurut dia, permintaan maaf merupakan bagian dari proses sanksi yang diberikan pengurus pusat PDIP kepada Arteria.

Sekarang Arteria dengan kesadaran penuh menyampaikan permohonan maaf, itu juga bagian dari proses atas kesalahan,” katanya.

Komarudin pun mengaku memahami dinamika politik yang muncul akibat pernyataan Arteria. Tapi, menurut dia, kasus Arteria bisa saja ditunggangi pihak-pihak yang memiliki kepentingan lain.

Pasti ada berkepentingan untuk nebeng juga dengan masalah ini,” ucap Komarudin tanpa menyebut siapa yang menunggangi.

Di satu sisi, Komarudin mengapresiasi kesadaran Arteria meminta maaf atas pernyataan soal Bahasa Sunda yang disampaikan kepada publik. Dia berharap permintaan maaf Arteria itu bisa didengar masyarakat.

Kita semua teman-teman partai menyesal atas tindakan itu. Cuma kan permohonan maaf sudah bagian dari rasa bersalah Arteria,” kata anggota Komisi II DPR itu.

Sebelumnya, pengurus daerah PDIP Jawa Barat meminta kepada pengurus pusat PDIP agar memecat Arteria sebagai kader partai sebagai buntut pernyataan yang mempermasalahkan Bahasa Sunda dipakai jaksa.

Ketua PDIP Jawa Barat, Ono Surono mengatakan permintaan itu telah dilayangkan ke PDIP pusat melalui surat permohonan pemberian sanksi. PDIP Jawa Barat meminta pengurus pusat memberi sanksi terberat kepada Arteria.

Sanksi yang paling berat. Sanksi ada beberapa dari mulai teguran, peringatan, sampai dengan pemecatan,” kata Ono di Bandung, Jawa Barat, Kamis (20/1).

Arteria menjadi polemik tentang pernyataannya yang mendesak Jaksa Agung mencopot seorang jaksa berbahasa Sunda di dalam rapat pada Senin (17/1). Gelombang kritik kemudian datang dari Jawa Barat yang notabene daerah asal Suku Sunda. Protes itu di antaranya datang dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, masyarakat sastra Sunda, anggota DPR dari Jawa Barat, hingga internal partai.

Pada Rabu (19/1) di kompleks parlemen, Arteria mengatakan kepada wartawan bagi siapa saja yang tak berkenan dengan pernyataannya itu diminta menempuh mekanisme yang berlaku yakni mengadukan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

Kalau saya salah kan jelas, mekanismenya ada MKD, apakah pernyataan salah. Kita ini demokrasi, silakan kalau kurang berkenan dengan pernyataan saya, silakan saja,” kata Arteria saat itu.

Melalui MKD, Arteria mengaku juga bisa membuktikan apakah bersalah atau tidak tentang pernyataan jaksa pakai bahasa Sunda.

Sehari kemudian, PDIP memanggil Arteria dan menjatuhkan sanksi peringatan pada dia yang juga anggota DPR dari daerah pemilihan Jawa Timur VI itu. Setelah dipanggil dan diberi sanksi peringatan itu, Arteria kemudian mengucapkan permohonan terbuka kepada masyarakat tentang pernyataannya soal Bahasa Sunda yang dipakai jaksa.

Sumber: CNN Indonesia