Home Headline Pemimpin Korea Utara Bersumpah Perkuat Militer Guna Lawan Amerika

Pemimpin Korea Utara Bersumpah Perkuat Militer Guna Lawan Amerika

103
Perayaan ulang tahun ke-73 Korea Utara di Lapangan Kim Il Sung, Pyongyang. Foto/ist

By RFX 12 Oktober 2021

Pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Joe Biden berulang kali menyatakan tak punya niat bermusuhan dengan Korea Utara.

Terasmedan – Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un saat meninjau pameran sistem senjata berjanji membangun militer yang dia sebut tak terkalahkan oleh Amerika Serikat. Dia menuduh Amerika sebagai akar penyebab ketidakstabilan dunia.

Amerika Serikat sebagai sumber ketidakstabilan di semenanjung Korea. Tujuan terpenting (membangun militer) adalah memiliki kemampuan militer yang tak terkalahkan yang tidak dapat ditantang oleh siapa pun,” ujar Kim Jong-un dalam pidato pada pameran Pengembangan Pertahanan Bela Diri 2021, Selasa (12/10).

Kim juga menyatakan, upayanya membangun militer Korea Utara agar tidak menjadi target adu domba.

Acara itu menandai ulang tahun ke-76 Partai Buruh yang berkuasa. Media Korea Selatan melaporkan ini adalah acara pertama yang diadakan Korea Utara.

Pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Joe Biden telah berulang kali menyatakan tidak punya niat bermusuhan dengan Korea Utara. Tapi Kim tidak percaya terhadap pernyataan Amerika itu. “Saya sangat ingin tahu apakah ada orang atau negara yang percaya itu,” katanya.

Pidato Kim Jong-un itu setelah Korea Utara dalam beberapa pekan terakhir menguji coba rudal jelajah jarak jauh, senjata yang diluncurkan dengan kereta api, dan apa yang dikatakan banyak pihak sebagai hulu ledak hipersonik.

Pyongyang berada di bawah beberapa sanksi internasional atas senjata nuklir dan program rudal balistiknya, yang telah membuat kemajuan pesat di bawah kepemimpinan Kim.

Pada 2017 Korea Utara menguji rudal yang dapat mencapai seluruh benua Amerika dan melakukan uji coba senjata nuklir dengan ledakan paling kuat hingga saat ini. Pemerintah Pyongyang mengatakan perlu persenjataan untuk melindungi diri dari invasi Amerika.

Kim menjadi pemimpin Korea Utara pertama yang bertemu dengan presiden Amerika Serikat Donald Trump pada KTT di Singapura pada 2018. Momen itu menjadi berita utama. Tapi proses pembicaraan terhenti sejak pertemuan kedua di Hanoi pada tahun berikutnya lantaran tak memperoleh titik temu.

Kini pemerintahan Amerika di bawah Presiden Joe Biden mengatakan,  bersedia bertemu dengan pejabat Korea Utara kapan saja atau di mana saja, tanpa prasyarat, dalam upayanya untuk mengupayakan denuklirisasi.

Washington dan Seoul adalah sekutu keamanan. Amerika  menempatkan sekitar 28.500 pasukan di Korea Selatan untuk mempertahankan serangan Korea Utara yang pernah menyerbu pada 1950.

Korea Selatan dan Amerika mengadakan latihan militer bersama pada Agustus 2021. Latihan perang selalu membuat marah Pyongyang, yang menganggapnya sebagai persiapan untuk invasi.

Pekan lalu, Pyongyang dan Seoul menghubungkan kembali hotline lintas batas mereka sebagai tanda mencairnya hubungan, saat hanya beberapa bulan tersisa bagi Presiden Korea Selatan Moon Jae-in. Moon berambisi melakukan reunifikasi Korea di bawah kepemimpinannya.#

Sumber: Liputan6