Home Sepak Bola Penonton Membludak, Ujicoba PSMS Medan Vs Persiraja Dihentikan

Penonton Membludak, Ujicoba PSMS Medan Vs Persiraja Dihentikan

92
Penonton membludak laga ujicoba Persiraja Banda Aceh dengan PSMS Medan dihentikan, Minggu (27/6/2021). Foto: Ist

Terasmedan – Pertandingan ujicoba Persiraja Banda Aceh melawan PSMS Medan yang berlangsung di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, Minggu (27/6/2021) sore dihentikan.

Penghentian oleh panitia pelaksana pertandingan terjadi pada babak kedua  atas instruksi Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, yang hadir menyaksikan pertandingan. Aminullah beralasan, banyak penonton yang berhasil menembus pintu masuk stadion yang mengakibatkan jumlah penonton membludak. 


Sejatinya pertandingan itu berlangsung secara tertutup, sedang penonton diminta menyaksikan lewat siaran langsung. Tapi penonton mulai masuk ke tribun utama secara berkelompok saat wasit meniup peluit tanda pertandingan babak pertama dimulai. Hingga babak pertama usai, tribun utama sudah dipadati penonton bahkan tanpa berjarak.

Kerumunan pun terjadi. Sejumlah penonton bahkan terpaksa berdiri karena tidak kebagian tempat duduk. Sementara di tribun lain juga terdapat sejumlah penonton namun tidak seramai tribun utama.

Usai babak pertama berakhir dengan skor 0-0, pihak manajemen Persiraja memutuskan laga dihentikan. Wasit kemudian masuk ke stadion dan meniup peluit tanda pertandingan berakhir.

“Pertandingan hari ini harus kita hentikan di babak kedua, karena mengingat tiba-tiba membludaknya penonton,” kata Sekretaris Umum (Sekum) Persiraja Banda Aceh, Rahmat Djailani, kepada wartawan usai pertandingan.

Menurut Rahmat, pihaknya sudah mengantisipasi agar penonton tidak datang ke stadion. Salah satunya dengan menyiarkan siaran langsung dan meminta penonton menyaksikan dari rumah.

“Kita sudah coba mengantisipasi tapi memang jebol juga, itu di luar prediksi,” jelasnya.Menurut Rahmat, pihaknya tetap mematuhi peraturan pemerintah. “Sepakbola harus digelar tanpa penonton dan segala macam, kita tetap mematuhi itu,” kata dia.

Rahmad mengaku ada kesalahan dalam mengantisipasi penonton karena tidak melibatkan pihak keamanan. Penjagaan di pintu masuk, katanya, hanya dilakukan panitia saja.

“Memang harus kita akui kesalahan kita adalah tidak melibatkan aparat keamanan. Kita hanya memakai panitia sipil, panitia kita teman-teman manajemen,” ujar dia.

Tindakan penghentian itu membuat pihak PSMS Medan sebagai tamu merasa dirugikan. Apalagi, pada babak pertama pertandingan, PSMS Medan tampak bermain lebih baik.

“Kita merasa dirugikan pastinya. Karena kita jauh-jauh kemari untuk ujicoba, namun karena penonton bisa masuk ke stadion dan walikota yang khawatir apalagi di masa pandemi maka jalannya laga harus dihentikan,” kata Sekretaris Umum (Sekum) PSMS Medan, Julius Raja. 

Pria yang akrab disapa King itu juga menyesalkan sikap pemain Persiraja Banda Aceh yang kerap memeragakan permainan keras yang menjurus kasar.

Akibatnya pemain PSMS Medan, Rachmad Hidayat, memperoleh kartu merah dari wasit karena terpancing permainan kasar Kapten Persiraja Defri Rizki pada menit ke-32.

Keduanya nyaris baku hantam dan harus menerima kartu merah dari wasit dan pertandingan harus berjalan dengan 10 pemain dari masing-masing tim.#

(Dari berbagai sumber)