Home Seni Plastisitas Patung Karya Syahrizal Koto

Plastisitas Patung Karya Syahrizal Koto

189
KEHIDUPAN | Perunggu | 225 x 180 x 80 Cm

Terasmedan – Pandemi Covid-19 yang makin bergolak ini tak menyurutkan semangat Syahrizal Zain Koto tetap bersinggungan dengan karyanya. Sebanyak lima karya patungnya bersanding dengan berbagai karya seni kerajinan yang dipajang di Omah Budoyo Yogyakarta sejak awal Juli 2021.

Karya patung seniman kelahiran Pariaman, Sumatra Barat, 60 tahun lalu ini punya bentuk dengan karakter yang khas. Syahrizal banyak mengeksplorasi bentuk manusia dengan pemiuhan struktur tubuh yang pipih dengan permukaan bertekstur yang mengesankan hasil pahatan.

PEMAIN SERULING | Fiberglass | 108 x 55 x 55 Cm

Pada karya bertajuk Kehidupan, misalnya tampak figur perempuan berkepala mungil dengan tinggi tubuh sekitar dua meter dalam posisi seolah siap menaiki sepeda lawas yang dia pegang. Karya dari bahan perunggu ini mengingatkan orang pada Yogyakarta yang masih menyisakan sepeda sebagai alat transportasi sehari-hari penduduknya.

Dua karya patung figuratif lainnya Syahrizal memotret dunia seni pertunjukan dengan menampilkan momen kenikmatan saat bermain musik. Pada karya bertajuk Pemain Seruling muncul sosok figur yang terkesan sedang asyik memainkan seruling dengan posisi tubuh pipih melengkung bertumpu pada dengkul yang menekuk di atas lantai.

Sedang pada karya bertajuk Pemain Musik yang menggambarkan momen seorang dalam posisi sedang duduk dengan tubuh melengkung sedang memetik alat musik gitar. Karya ini mengesankan satu suasana yang sangat dalam ketika alunan bunyi alat musik menyentuh sensitifitas rasa.

Pemiuhan bentuk tubuh nampak menonjol pada dua karya patung  Syahrizal lainnya. Pada karya bertajuk Kasih Sayang tampak dua figur menyatu dalam posisi duduk dengan porsi bentuk tubuh yang tak biasa, berupa bentuk kaki dengan dengkul yang mengelembung. “Saat masih kecil saya merasakan kasih sayang Ibu, saat berada dalam pelukan beliau, atau diajak bermain di alam terbuka, hingga dibawa Ibu ke tempat pacuan kuda,” ujar Syahrizal.

Dari segi kebentukan, Syahrizal tampak mengeksplorasi secara maksimal plastisitas bentuk dengan kehalusan garis-garis yang membentuk lekuk-lekuk tubuh. Begitu pula halnya pada karya berjudul Adam dan Hawa berupa susunan garis plastis berbentuk dua figur yang saling berhadapan. Dua karya patung yang diletakkan di luar ruang itu mengesankan kuatnya hubungan emosional kedua figur.

KASIH SAYANG | Fiberglass | 135 x 175 x 125 Cm

Corak patung Syahrizal Koto ini digarap dengan eksplorasi yang berbeda. Ada yang mengeksplorasi permukaan bentuk yang bertekstur, tapi ada pula yang mengeksplorasi bentuk dengan permukaan halus dalam struktur garis dengan plastisitas yang maksimal. Satu pendekatan estetis yang  beragam sehingga lebih menyenangkan bagi penikmat seni.Bagi maestro pematung Edhie Soenarso, Syahrizal adalah satu diantara sedikit seniman patung Indonesia yang memberikan diri membuat karya yang tidak lagi figuratif murni. Di mata Edhie Soenarso, Syahrizal mengeksplorasi bentuk yang tidak terjadi seketika. Melainkan lewat proses panjang yang akhirnya Syahrizal menemukan bentuk karya patung seperti yang ada saat ini. #