Home Headline Polisi Tangkap Penganiaya Ade Armando, Diduga Pelaku Pemukulan Pertama

Polisi Tangkap Penganiaya Ade Armando, Diduga Pelaku Pemukulan Pertama

42
Ade Armando diselamatkan polisi setelah dianiaya sejumlah orang. Foto/ist

Politisi Partai Solidaritas Indonesia tuding relawan Anies Baswedan terlibat.

Terasmedan – Polisi kembali menangkap satu tersangka pemukulan dan pengeroyokan terhadap pegiat media sosial, Ade Armando. Tersangka itu, Dhia Ul Haq ditangkap di daerah Serpong pada Rabu (13/4) dini hari. “Sudah diamankan,” kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat kepada wartawan sebagaimana dikutip CNN Indonesia, Rabu (13/4).

Dhia Ul Haq diduga merupakan orang yang pertama kali memukul Ade Armando. Tapi, Tubagus belum menjelaskan lebih lanjut ihwal penangkapan Dhia. Ade Armando dianiaya sekelompok orang di depan Gedung MPR/DPR saat mahasiswa menggelar aksi menolak penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden kemarin.

Ade menjadi bulan-bulanan massa setelah sempat cekcok dengan beberapa orang. Dosen Universitas Indonesia ini dihajar hingga babak belur dan tak berdaya, bahkan celananya terlepas. Polisi menyelamatkan Ade setelah menembakkan gas air mata. Ade dikawal puluhan polisi masuk ke Gedung DPR dan kemudian dibawa ke RS Siloam.

Setelah melakukan proses penyelidikan dan penyidikan, polisi menetapkan enam orang tersangka. Dua di antaranya telah ditangkap yakni Muhamad Bagja dan Komar. Sedang empat lainnya masih dalam upaya pengejaran.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie menyebut anggota grup WhatsApp relawan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sebagai salah seorang pemicu pengeroyokan terhadap Ade Armando. Menurut Grace, potongan gambar berisi percakapan grup WhatsApp dengan nama Relawan Anies Apik 4 itu telah beredar di media sosial. Isi percakapan itu memberitahukan kepada massa lain bahwa Ade Armando berada di lokasi unjuk rasa di DPR.

Menurut Grace, jika itu benar, dia yakin ada hubungan antara relawan Anies dengan penumpang gelap dalam demo oleh aliansi BEM SI. “Beredar foto screenshot percakapan grup Whatsapp, dengan nama Relawan Anies Apik 4. Salah satu anggota grup dengan wajah bukan mahasiswa, usianya saya perkirakan di atas 45 tahun, melaporkan kehadiran Ade Armando di aksi demo dan dia minta tolong agar informasi ini diteruskan ke massa aksi agar massa menggeruduk Ade,” kata Grace dalam video yang diunggah kanal YouTube Cokro TV, Rabu (13/4).

Jika benar pria ini adalah relawan Anies, maka percakapan ini menunjukkan ada hubungan antara relawan Anies Apik 4 dengan penumpang gelap aksi demo kemarin.”

Grace juga mengaku mendapat informasi bahwa massa susupan dalam aksi kemarin terafiliasi dengan organisasi terlarang Front Pembela Islam (FPI) dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Menurut dia, dua kelompok itu memang keras terhadap Ade Armando yang kerap berbeda pandangan di media sosial.

Jika benar, relawan Anies ternyata punya kaitan erat dengan ormas terlarang FPI dan HTI, ini masalah serius,” katanya. “Artinya meskipun ormas FPI dan HTI sudah dibubarkan dan dinyatakan terlarang, aktor-aktornya masih aktif bergerak.”

Ketua Umum Jaringan Nasional Mileanies Pusat yang jadi relawan Anies, Muhammad Ramli Rahim membantah pihaknya terkait dengan massa yang menganiaya Ade Armando. Ramli mengaku telah melarang relawan terlibat aksi untuk menjaga kemurnian gerakan mahasiswa.

Sehingga, katanya, jika ada relawan yang berada di lokasi, mereka datang atas nama pribadi. Ramli juga meyakini bahwa potongan gambar berisi percakapan grup relawan Anies Apik 4 yang beredar di media sosial adalah rekayasa sebab ada percakapan serupa dengan nama grup lain. “Kami membuat larangan demi menjaga kemurnian gerakan mahasiswa. Kalau pun ada di lapangan, itu pribadi. Jumlahnya sangat kecil,” kata dia kepada CNN Indonesia, Rabu (13/4).#