Home Uncategorized Presiden Larang Berkumpul Lebih 50 Orang Saat Natal-Tahun Baru

Presiden Larang Berkumpul Lebih 50 Orang Saat Natal-Tahun Baru

59
Pembatasan pada saat perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Foto/ist

Diberlakukan PPKM Level 3 dengan membatasi kegiatan di pusat belanja—mal dan restoran—kapasitasnya 75 persen maksimal.

Terasmedan – Presiden Joko Widodo melarang orang berkumpul lebih dari 50 orang saat Natal dan Tahun Baru.

Presiden memberi arahan bahwa kegiatan yang berkumpul itu berbagai kegiatan maksimal 50 orang, jadi pada saat Natal dan Tahun Baru dibatasi,” kata Menteri Koorditanator Perekonomian Airlangga Hartarto dalam jumpa pers secara daring, Senin (6/12/2021).

Airlangga menambahkan, implementasi aturan Natal dan Tahun Baru akan segera diterbitkan oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Mendagri akan mengeluarkan Inmendagri khusus dan untuk nanti nataru akan mengikuti pada level yang disesuaikan, sesuai dengan WHO, namun kegiatannya akan dirinci,” ujar Airlangga.

Dia juga memastikan, kegiatan seperti di pusat perbelanjaan akan dibatasi, seperti mal dan restoran dibatasi kapasitasnya sebanyak 75 persen maksimal kapasitas.

Namun di tempat lain, pembatasan jumlah massa akan dimaksimalkan hanya untuk 50 orang saja.

Untuk yang travelling, hanya untuk mereka yang sudah divaksin, bagi yang belum tidak melakukan travelling,” kata Airlangga.

Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 3 akan diberlakukan di seluruh Indonesia saat Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Oleh karena itu, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 pun kemudian mengeluarkan surat edaran terbaru. Salah satu yang diatur adalah soal mobilitas masyarakat.

Surat dengan Nomor 24 Tahun 2021 itu tentang Pengaturan Aktivitas dan mobilitas Masyarakat selama Periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 dalam masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Latar belakang keluarnya Surat itu bahwa dengan periode Natal dan Tahun Baru, aktivitas serta mobilitas masyarakat berpotensi meningkat baik untuk kegiatan hari raya keagamaan, keluarga, maupun wisata yang memberikan peluang bagi peningkatan laju penularan Covid-19 di masyarakat,” tulis kutipan Surat itu, Selasa 30 November 2021.

Satgas Penanganan Covid-19 pun melakukan beberapa pembatasan. Bagi pelaku perjalanan jarak jauh dengan moda transportasi laut, darat menggunakan kendaraan pribadi atau umum, penyeberangan, dan kereta api antarkota wajib menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama).

Selain itu juga harus menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan,” tulis Surat itu.

Sumber: Liputan6