Home Headline Raja OTT KPK Kini Sibuk Urus Pesantren Usai Dipecat Firli Bahuri

Raja OTT KPK Kini Sibuk Urus Pesantren Usai Dipecat Firli Bahuri

130
Hasil operasi tangkap tangan KPK. Foto/ist

By RFX – 12 Oktober 2021

Harun Al Rasyid dikenal dengan julukan Raja Operasi Tangkap Tangan karena prestasinya melakukan OTT.

Terasmedan – Bekas Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Harun Al Rasyid, kini tengah fokus mengelola pesantren dan berwirausaha usai dipecat Firli Bahuri Cs pada 30 September 2021.

Sementara ini mengisi hari-harinya dengan mengelola pesantren dan barang dagangannya untuk didistribusikan dan dijual ke warung-warung,” cuit mantan penyelidik KPK, Aulia Postiera, dalam akun @paijodirajo dikutip Selasa (12/10).

Harun merupakan angkatan pertama KPK. Dia dikenal dengan julukan  Raja OTT (Operasi Tangkap Tangan) sebab sering kali menangkap tangan koruptor pada saat melakukan transaksi tercela. Julukan itu dia peroleh saat Firli Bahuri menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK pada 2018.

Pada tahun itu, KPK melakukan 29 Operasi Tangkap Tangan, yang merupakan tindakan paling banyak sepanjang sejarah sejak KPK berdiri. Kepala daerah, penegak hukum, anggota dewan, pejabat pajak, hingga kepala lapas turut ditangkap dalam operasi tahun itu.

Aulia menilai Harun sebagai penyelidik berprestasi dan menjadi panutan juniornya selama di lembaga antirasuah itu.

Banyak dari kasus OTT yang ditanganinya bersama anggota Satgasnya dalam beberapa tahun terakhir, sehingga dia tak salah juga mendapat julukan sebagai Raja OTT,” kata Aulia.

Meski disibukkan dengan pekerjaan sebagai penyelidik, Harun dikenal rekannya sebagai sosok yang religius. Nilai-nilai pesantren sejak kecil semasa di Madura masih melekat hingga saat ini.

Ia membagi waktunya untuk menyelidiki perkara, sebagai pengurus Wadah Pegawai KPK, pengurus Masjid Al Ikhlas KPK, mengajar mengaji di pesantrennya dan menulis buku. Harun biasanya menjadi Imam salat Isya di Masjid KPK,” ungkap Aulia.

Sebanyak 57 pegawai KPK yang dinyatakan tak lolos asesmen Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dipecat pada 30 September 2021. Satu pegawai lainnya yang disebut juga tak lolos asesmen TWK, Sujanarko, sudah menyatakan diri pensiun sebelum menerima surat keterangan (SK) pemberhentian dengan hormat.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan keinginannya merekrut puluhan pegawai pecatan KPK itu menjadi pegawai negeri sipil di Kepolisian. Listyo sudah menyurati Presiden Joko Widodo perihal niat itu. Presiden, kata Listyo, pun sudah menyetujui.

Rencananya, pegawai pecatan KPK itu akan ditugaskan untuk mengawasi penggunaan anggaran penanganan Covid-19. Mereka juga akan ditempatkan untuk mengawasi pengadaan barang dan jasa.

Sebelumnya salah seorang pegawai pecatan KPK, Juliandi Tigor Simanjuntak, alih profesi menjadi penjual nasi goreng.#

Sumber: CNN Indonesia