Home Headline Reuni Aksi 212, Kepolisian: Silakan Kembali ke Rumah

Reuni Aksi 212, Kepolisian: Silakan Kembali ke Rumah

31
Reuni Aksi 212 dibubarkan aparat Kepolisian. Foto/ist

Aparat kepolisian membubarkan kerumunan massa Reuni Aksi 212.

Terasmedan – Meski Kepolisian tidak memberi izin penyelenggaraan Reuni Aksi 212, tapi massa berkumpul di berbagai tempat di Jakarta sejak pagi hari pukul 08.00 dan bergerak ke arah Patung Kuda, tempat yang semua akan dijadikan lokasi aksi 212. Massa juga berkumpul dan menutup jalan KH. Wahid Hasyim, Tanah Abang, Jakarta Pusat,

Koordinator Lapangan (Korlap) Reuni 212, Ismail Ibrahim menyatakan kegiatan bertajuk Aksi Super Damai 212 tetap sesuai rencana akan digelar di kawasan Patung Arjuna Wiwaha atau Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, hari ini.

Belum ada perubahan,” kata Ismail, Kamis pagi (2/12).

Sebelumnya Ismail menyatakan rencana aksi itu akan digelar pada pukul 08.00 WIB. Bahkan, pihak Kordinator Lapangan sudah mengeluarkan intruksi tentang Aksi Super Damai 212 wajib ditaati peserta.

Massa Reuni 212 sudah mulai terlihat sekitar kawasan jalan protokol Jakarta sejak Kamis subuh. Beberapa di antara mereka terlihat datang lebih awal agar bisa menunaikan salat subuh di Masjid Istiqlal.

Meski jalan sekitar kawasan Patung Kuda dan Monas diblokade polisi dengan kawat berduri, water barrier, hingga pagar betis, massa terus berdatangan. Mereka berkumpul di sejumlah titik di luar barikade blokade. Bahkan, ada di antara mereka yang meminta petugas agar dibolehkan melintas blokade itu menuju titik reuni 212.

Di Tanah Abang, massa memblokade jalan KH Wahid Hasyim, sembari menyanyikan lagu Indonesia Raya dipimpin oleh Presidium 212, Slamet Ma’arif dari atas mobil komando. Sementara di jalan Kebon Sirih, massa yang menolak bubar mengakibatkan akses ruas jalan di lokasi itu terpantau lumpuh.

Aparat kepolisian menyerukan kepada massa bahwa Reuni 212 yang semula akan digelar di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat tidak ada. Petugas kepolisian meminta massa pulang ke rumah masing-masing. Seruan ini disampaikan lewat pengeras suara mobil pengurai massa kepada puluhan massa Aksi 212 di kawasan Masjid Al Fatah atau kantor Gerakan Pemuda Islam (GPI), Jalan Menteng raya, Jakarta Pusat.

Bapak ibu diberitahukan bahwa kegiatan reuni tidak ada. Silakan kembali ke rumah masing-masing,” kata polisi melalui mobil pengurai massa, Kamis (2/12).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan mengingatkan soal sanksi pidana jika massa masih nekat menggelar Reuni Alumni 212. Apalagi, Polda Metro Jaya secara tegas menyatakan bahwa Reuni Alumni 212 yang digelar di Patung Kuda Arjuna Wiwaha tidak mendapat izin.

Kalau ada kelompok tertentu masih memaksakan kegiatan seperti itu, maka akan ada sanksi pidana dikenakan yakni pasal 212 KUHP dan 218 KUHP, ancaman hukuman 1 tahun 4 bulan,” ujar Zulpan di Polda Metro Jaya, Kamis (2/12).

Zulpan menuturkan kepolisian tetap mengedepankan upaya humanis dan persuasif kepada massa untuk tak beraksi dan menimbulkan kerumunan. Apalagi, lanjutnya, saat ini Jakarta masih dalam situasi pandemi Covid-19 dan menerapkan PPKM level 2. “Kami harapkan dengan langkah humanis, tindakan yang persuasive, kami imbau masyarakat memahami,” kata Zulpan.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Dudung Abdurachman dan Kapolda Metro Jaya Fadil Imran menggelar pernyataan resmi tentang reuni 212 di Pos Taman Pandang Monas, Jakarta Pusat. Dudung menegaskan, prajurit AD dan Kepolisian siap mengantisipasi reuni 212. Ia meminta massa tidak melakukan aksi karena tidak diizinkan.

Saudara-saudara kita tidak melakukan aksi, karena izinnya tidak ada,” kata Dudung.

Marilah kita bangun bangsa ini dengan sebaik-baiknya dan mari kita jaga persatuan dan kesatuan.”

Aparat membubarkan massa yang tersebar di beberapa titik. Mulai dari sekitar Patung Kuda hingga di Jalan Wachid Hasyim mengarah ke kawasan Tanah Abang. Lalu lintas sempat macet parah sebelum massa bubar.

Ratusan Massa aksi Reuni 212 yang sempat menutup Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, membubarkan diri setelah beberapa pimpinan Presidium Alumni 212 menyampaikan orasi. Ketua PA 212, Slamet Maarif meminta massa reuni 212 membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing dalam keadaan damai.

Setelah ini kita akan kembali ke tempat kita masing-masing, kita datang untuk damai. Kita disuruh pulang ya kita pulang, kita datang untuk damai, siap untuk pulang dengan tertib,” kata Slamet di hadapan massa, Kamis (2/12)

Selain Slamet, tampak Ketua Panitia Reuni 212 Eka Jaya. Eka  mengajak massa aksi menyanyikan lagu Indonesia Raya dan kemudian dipimpin pembacaan doa.

Setelah itu, massa Reuni 212 membubarkan diri. Mereka berjalan berdesakan ke arah Jembatan Blok A Pasar Tanah Abang. Sementara itu, lalu lintas di sekitar lokasi tampak macet.

Mohon pulang ke rumah masing-masing, Sampai jumpa di Reuni 212 di tahun 2022. Terimakasih para Mujahid aksi 212 tahun ini,”kata orator aksi 212, Kamis (2/12).

Sumber: CNN Indonesia