Home Uncategorized Wali Kota Madiun Pinjam Gerbong Kereta INKA Isolasi Pasien Covid

Wali Kota Madiun Pinjam Gerbong Kereta INKA Isolasi Pasien Covid

91
Wali Kota Madiun, Maidi berencana meminjam kereta atau gerbong medis darurat buatan PT Industri Kereta Api (INKA) untuk ruang isolasi pasien covid-19. Pasalnya, ruang isolasi pasien covid-19 di rumah sakit Kota Madiun, Jawa Timur, saat ini mulai penuh. Foto: IST

Terasmedan – Wali Kota Madiun, Maidi berencana meminjam kereta atau gerbong medis darurat buatan PT Industri Kereta Api (INKA) untuk ruang isolasi pasien covid-19. Pasalnya, ruang isolasi pasien covid-19 di rumah sakit Kota Madiun, Jawa Timur, saat ini mulai penuh.

“Saya berterima kasih sekali kepada PT INKA yang menyiapkan gerbong-gerbong atau kereta untuk ruang isolasi. Insyaallah akan kita pinjam untuk Kota Madiun dan sekitarnya,” ujar Maidi dilansir dari Antara, Kamis (21/1).

Maidi menjelaskan, kereta itu dilengkapi dengan fasilits kesehatan mulai dari lemari penyimpanan obat, lemari pendingin, alat bantu pernapasan lengkap dengan oksigen, dan berbagai alat lain yang mendukung penanganan isolasi covid-19.

“Alatnya lengkap semua dan memang didesain untuk urusan medis. Ini terus kita koordinasikan termasuk untuk tenaga medisnya. Semoga dalam minggu-minggu ini sudah bisa digunakan,” kata dia.

Kereta medis atau yang disebut Emergency Medical Train (EMT) ini memiliki tiga train set atau rangkaian dengan total 24 gerbong.

Rinciannya 18 gerbong untuk pasien dan enam gerbong untuk tenaga medis yang bertugas. Kereta medis darurat tersebut dapat menampung 252 pasien dan 72 tenaga medis.

Kendati demikian, Maidi berharap kereta medis darurat itu tidak sampai digunakan. Sekali pun dalam kondisi mendesak, Maidi menginginkan hanya beberapa gerbong yang digunakan.

Untuk itu, ia meminta peran masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan guna menekan penularan covid-19 di Kota Madiun.

“Kalau warga tidak patuh dan kasus terus bertambah sedang ruang isolasi penuh, apa tidak kasihan. Pemerintah memang wajib menyiapkan dan kita upayakan, tapi masyarakat juga harus patuh. Jangan semaunya sendiri,” kata mantan Sekda Kota Madiun tersebut.

Kasus covid-19 di Kota Medan diketahui terus meningkat hingga masuk dalam zona merah atau risiko tinggi penyebaran covid-19.

Madiun juga termasuk wilayah yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) salah satunya karena ruang isolasi pasien covid-19 yang mulai penuh.

Sesuai data Satgas Covid-19 Kota Madiun, jumlah kasus konfirmasi covid-19 mencapai 740 orang per Rabu (20/1). Dari jumlah tersebut, 478 di antaranya telah sembuh, 66 lainnya masih dalam perawatan, 143 orang isolasi mandiri, dan 53 orang meninggal dunia.

Jumlah kasus konfirmasi 740 tersebut bertambah 53 kasus dari sehari sebelumnya yang mencapai 687 orang.

(Sumber: Antara)