Home Budaya YOGYAKARTA GELAR 300-AN FESTIVAL TIAP TAHUN

YOGYAKARTA GELAR 300-AN FESTIVAL TIAP TAHUN

70
Festival Seni Budaya yang Digelar Setiap Tahun di Yogyakarta

By Raihul Fadjri

YOGYAKARTA — Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar 321 acara festival seni budaya tiap tahun. Sebanyak 11 dari 72 acara festival diantaranya didukung pembiayaannya oleh pemerintah daerah. Selebihnya ditanggung oleh pihak sponsor. “Habis anggaran pemerintah daerah jika semua kegiatan festival itu dibiayai pemerintah daerah,” ujar Bram Satya, Chairman Jogja Festival Forum & Expo 2022, dalam jumpa pers di Pendopo Ambarrukmo, Yogyakarta, Senin 21 November 2022.

Menurut Bram, fakta ini menunjukkan peran penting kegiatan festival dalam perekonomian Yogyakarta yang sangat mengandalkan sektor wisata. Potensi inilah yang dibahas dalam acara Jogja Festival Forum & Expo 2022 pada 24 – 25 November 2022 di Pendopo Royal Ambarrukmo, Yogyakarta.

Penyelenggaraan pameran besar seni rupa Artjog misalnya, pada Juli – September 2022 ini menyedot 60 ribu pengunjung. Penonton pameran yang digelar di Jogja National Museum ini ditarik tiket masuk Rp 75 ribu untuk dewasa dan Rp 50 ribu untuk anak-anak. Belum lagi pameran dua tahunan Biennale Jogja, pentas musik Jogjazz dan Prambanan Jazz dan festival kesenian lainnya. “Artjog sudah menjadi calender event seni rupa yang menjadi destinasi bagi konsumen internasional,” kata Bram.

Seni Rupa Artjog

Penyelenggaraan berbagai festival menjadi acara penting di Yogyakarta, karena daerah ini sangat mengandalkan pemasukan dari sektor pariwisata. Acara seni dan budaya akan terus meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Yogyakarta. “Kalau Yogyakarta hanya mengandalkan obyek wisata berupa situs purbakala berupa candi dan obyek wisata lainnya, jelas tidak akan menarik minat wisatawan ke Yogyakarta. Wisatawan akan bosan melihat candi terus,” ujar Singgih Raharjo, Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tingkat kunjungan wisata sepanjang Januari 2022 ada 780 ribu wisatawan, sebanyak 670 ribu diantaranya adalah tamu hotel. Sisanya wisatawan yang langsung datang ke lokasi wisata. “Kondisi ini bagi kami anomali. Tapi kami sudah konfirmasi ke pengelola hotel, dan memang okupansi pada Januari 2022 tinggi, terutama okupansi hotel di sekitar kawasan Malioboro,” ujar Wahyu Hendratmoko, Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta sebagaimana dikutip Harian Jogja.

Kota Yogyakarta menargetkan kunjungan wisata pada 2022 ini sebanyak 1,4 juta wisatawan. Angka itu mengacu pada angka kunjungan wisata pada 2021 sebanyak 1,1 juta wisatawan.

Maraknya kembali ekonomi pariwisata Yogyakarta tak lepas dari penyelenggaraan berbagai festival seni dan budaya. “Jogja dinilai leading festival di Asean. Jumlah festival di Jogja bahkan lebih tinggi dari festival yang digelar di Malaysia,” kata Bram Satya.

Sebagaimana JFFE pada tahun-tahun sebelumnya, JFFE 2022 akan kembali hadir menjadi wadah bagi festival Indonesia untuk bersinergi dalam menghidupkan ekosistem festival Indonesia untuk bersama menjawab tantangan situasi sosial dan ekonomi festival saat ini. “Sebagai sarana memupuk kolaborasi antar festival Indonesia, JFFE 2022 bertujuan untuk memperkuat pondasi ekosistem festival sebagai aset ekonomi kreatif, pariwisata, dan budaya regional yang potensial,” ujar Bram.